Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Tujuan Audit Laporan Keuangan dan Bukti Audit & Kertas Kerja Audit

1.  Klasifikasi asersi manajemen menurut PCAOB:      a. Eksistensi atau terjadinya : saldo akun benar-benar ada dan transaksi benar-benar terjadi      b. Kelengkapan : tidak ada saldo akun atau transaksi yang tidak dilaporkan      c. Hak dan kewajiban : saldo akun benar-benar haknya perusahaan atau kewajiban perusahaan       d. Penilaian dan alokasi : transaksi dinilai dan dibukukan dengan tepat      e. Penyajian dan pengungkapan : saldo akun disajikan dengan tepat dan diungkap dengan memadi           sesuai dengan SAK/IFRS 2. Auditor harus memahami asersi manajemen     Karena asersi manajemen digunakan sebagai pedoman umum dalam menentukan dan menjalankan prosedur serta pengujian audit untuk memastikan pencapaian tujuan audit, jadi yang terpenting adalah memahami prosedur yang tepat untuk menguji asersi manajemen, bukan hanya mengenali istilah asersi...

Etika Profesi Audit

m           1.  Elemen Etika Profesi secara umum :            -  Terpercaya, mencakup kejujuran, integritas, dan loyalitas.             -  Respek, mencakup sopan santun, toleransi, serta rasa hormat terhadap pihak lain.             -  Bertanggungjawab, mencakup usaha melakukan yang terbaik, mengendalikan diri, memberi contoh           yang  baik, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan       - Bersikap adil, mencakup sikap proporsional, terbuka, dan berperilaku secara tepat.       - Perhatian, mencakup ketulusan perhatian terhadap kesejahteraan pihak lain serta  berperilaku baik       - Bermasyarakat, mencakup patuh aturan serta kesediaan berbagi untuk kesejahteraan bersama.         ...

Tanggung Jawab Legal Auditor

1.      Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan:     a.  Menganalisis bukti dan transaksi     b. Mengukur dan mencatat data transaksi     c. Mengelompokkan dan mengikhtisarkan data yang dicatat     d. Mengevaluasi kewajaran     e. Menyusun laporan keuangan sesuai dengan GAAP 2.      Tanggungjawab Auditor menurut AICPA: Mendapatkan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari salah saji material, baik karena kesalahan yang tidak disengaja (error) maupun karena kecurangan (fraud), sabagai dasar bagi auditor untuk memberikan opini tentang apakah laporan keuangan disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan rerangka pelaporan keuangan yang berlaku (applicable financial reporting framework) . Melaporkan hasil audit atas laporan keuangan sesuai dengan standar audit serta sesuai dengan...