Audit Sampling

Audit Sampling adalah pengujian audit yang dilakukan atas sampel dari populasi bukti audit.

Alasan pengujian sampel:

  1. Karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, yang dimiliki oleh auditor
  2. Karena hasil pengujian atas sampel tidak akan berbeda dengan pengujian atas populasi
  3. Validitas pengujian berdasarkan sampel dapat diuji secara ilmiah dan bisa diterima secara umum
  4. Praktik pengujian sampel telah berlakku umum, dipraktikkan pada sebagian besar keputusan ekonomi, bisnis, sosial dan politik

Audit sampling diterapkan pada kedua macam pengujian audit, yaitu:

  • Pengujian sistem pengendalian intern (test of control), yaitu pengujian atas efektifitas stadar prosedur proses bisnis, disebut dengan attribute sampling
  • Pengujian substantif (subtantive test), yaitu pengujian atas kewajaran akun-akun dalam lapora keuangan, disebut dengan variable sampling.

Metode audit sampling:

  1. Sampling Non-Statistika. Adalah sampling yang diterapkan dengan tanpa secara eksplisit menggunakan model-model statistika, melainkan hanya menggunakan kekuatan pertimbangan profesional auditor.
  2. Sampling Statistika. Adalah sampling yang diterapkan dangan menggunakan model dan parameter statistika, petimbangan profesional tetap digunakan tetapi dalam skala yang terbatas.


Dasar pemilihan Metode Sampling:

  1. Pertimbangan biaya dan manfaat (cost and benefit)
  2. Volume dan karakterisitik transaksi
  3. Tingkat kompetensi dalam menggunakan metoda sampling


Manfaat sampling statistika:

  1. Penentuan sampel lebih efisien
  2. Pengukuran kecukupan bukti lebih terarah
  3. Pengevaluasian sampel lebih terarah
  4. Memudahkan audito di dalam megkualifikasi dan mengontrol risiko sampling


Risiko Non Sampling, adalah pengujian sampel yang tidak disebabkan oleh kesalahan dalam pengambilan sampel.


Sumber risiko non-sampling:

  1. Human mistakes, seperti kegagalan mendeteksi kesalahan dalam dokumen
  2. Penerapan prosedur audit yang tidak sesuai dengan tujuan audit
  3. Kesalahan interpretasi hasil sampel
  4. Mengandalkan kepada informasi selah dari fihak lain, seperti kesalahan jawaban konfirmasi


Attribute sampling, adalah pengujian samling untuk SPI. Pengujian hanya digunakan jika terdapat bukti dokumenter dalam pelaksanaan prosedur pengendalian, seperti: prosedur otorisasi, dokumen dan catatan, dan prosedur pemeriksaan independen

Metode Pengambilan Sampel
Random number sampling, adalah pengambilan sampel dengan menggunakan tabel angka random. dapat berbentuk:

  • Sampling without replacement. Angka yang sama tidak akan diganti dengan angka lain dalam tabel angka random.
  • Sampling with replacement. Angka yang sama akan diganti dengan angka lain dalam tabel angka random.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resiko Kecurangan (Fraud)

Penerimaan Penugasan Audit dan Perencanaan Audit