Sistem Pengendalian Internal
1. Sistem Pengendalian Internal (SPI) adalah sistem yang dirancang untuk mengendalikan kegiatn internal organisasi atau entitas, agat tujuan entitas dapat dicapai dengan efektif dan efisien.
2. Tujuan SPI:
4. Framework SPI menurut COSO
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan pengendalian:
6. Komponen SPI menurut Framework COSO:
8. Komponen aktivitas pengendalian sesuai dengan framework COSO:
Prinsi pemisahan fungsi adalah:
10. Jenis/ kategori otorisasi di dalam organisasi:
12. Prinsip-prinsip perancangan dokumen yang baik:
2. Tujuan SPI:
- Menjamin kendala laporan, baik laporan manajerial maupun laporan keuangan
- Menjamin efisiensi dan efektifitas kegiatan operasional
- Menjamin kepatuhan terhadap kebijakan manajemen
- Menjamin kepatuhan terhadap hukum dan peraturan, serta komitmen terhadap pihak luar organisasi
- Pemisahan tugas
- Otorisasi transaksi
- Dokumen transaksi
- Dokumen pembukuan (data base)
- Dokumen laporan
- Pengecekan independen
- Tekonoli informasi
- SDM yang kompeten
- Pemantauan periodik
4. Framework SPI menurut COSO
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan pengendalian:
- Integritas dan nilai-nilai etika, bisa dinyatakan dalam pernyataan kebijakan (policy stamenent)
- Komitmen terhadap kompetensi
- Partisipasi dewan komisaris dan komite audit
- Integeritas dan nilai-nilai etika, bisa dinyatakan dalam pernyataan kebijakan (policy statement)
- Filosofi manajemen dan gaya operasional, yaitu landasan pemikiran manajemen serta cara manajemen menjalankan aktifitas operasional organisasai
- Struktur organisasi
- Kebijakan dan praktik bidang SDM
6. Komponen SPI menurut Framework COSO:
- Lingkungan pengendalian (control environment)
- Asesmen risiko (risk assessment)
- Aktifitas pengendalian (control activities)
- Informasi dan komunikasi (information and communication)
- Monitoring
8. Komponen aktivitas pengendalian sesuai dengan framework COSO:
- Pemisahan fungsi
- Otorisasi transaksi dan aktifitas bisnis
- Dokumen transaksi dan pembukuan
- Pengendalian akses fisik atas aset dan pembukuan
- Pengecekan independen atas kinerja operasional
Prinsi pemisahan fungsi adalah:
- Pemisahan fungsi penyimpanan aset dari fungsi pembukuan
- Pemisahan fungsi otoriasi dari fungsi penyimpanan aset
- Pemisahan fungsi TI dan fungsi penggunaan TI
10. Jenis/ kategori otorisasi di dalam organisasi:
- Otorisasi Umum, yaitu otoriasi untuk kegiatan rutin
- Otorisasi Khusu, yaitu otoriasi untuk kegiatan atau transaksi non rutin yang berpengaruh signifikan terhadap organisasi
12. Prinsip-prinsip perancangan dokumen yang baik:
- Bernomor urut tercetak (prenumbered from)
- Dibuat bersamaan dengan terjadinya transaksi
- Dirancang multifungsi
- Mudah dibuat, kecil potensi salah isi dan potensi penyalahgunaan
Komentar
Posting Komentar