Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Maaterialitas dan Risiko Audit

Pertimbangan kualitatif dan kuantitatif dalam materialitas Materialitas bisa dipengaruhi oleh faktor kualitatif, dalam arti salah saji secara kuantitatif tidak material tetapi secara kulaitatif material, misalnya salah saji yang disengaja dan terpola Prinsip alokasi materialitas tingkat laporan keuangan ke materialitas saldo akun Potensi salah saji, semakin kecil potensi salah saji, semakin besar alokasi materialitas, artinya semakin besar toleransi terhadap temuan salah saji, begitu pula sebaliknya Potensi biaya audit, semakin besar potensi biaya audit, semakin besar materialitas. Meskipun demikian, efektifitas audit tetap tidak bisa dikorbankan dengan pertimbangan biaya audit. Hubungan SPI, materialitas dan bukti audit SPI kuat → potensi salah saji kecil → materialitas besar (toleransi terhadap salah saji besar) → bukti audit relatif sedikit. SPI lemah → potensi salah saji besar → materialitas kecil (toleransi terhadap salah saji kecil) → bukti audit relatif banyak Keku...

Resiko Kecurangan (Fraud)

1. Perbedaan antara error dan fraud Error merupakan kesalahan yang tidak disengaja dalam audit laporan keuangan Fraud merupakan kesalahan yang disengaja dalam audit laporan keuangan 2. Dua kemungkinan tindakan kecurangan: Menyajikan laporan keuangan yang menyesatkan (fraudulent financial reporting) , dengan cara memanipulasi pelaporan aset, pendapatan, dan beban Penyalahgunaan assets (misappropriation of assets) 3. Faktor-faktor pemicu fraud: Mengunguntkan/tekanan (insentives/pressives) , curang dilakukan karena menguntungkan atau bisa juga karena tekanan Peluang (opportunities) , curang dilakukan karena terbuka kesempatan untuk berbuat cutang. Mentalitas/resionalisasi, curang dilakukan karena faktor mentalitas atau pembenaran atas tindakan yang salah. 4. Dua cara untuk mengukur potensi fraud Menerapkan prinsip skeptisme profesional (professional skepticism) atau sikap selalu mempertanyakan (questioning mind) Melakukan evaluasi kritis terhadap bukti audit 5. Sumbe...

Sistem Pengendalian Internal - Bagian II

1. Prinsip-prinsip perancangan dokumen yang baik: Bernomor urut tercetak (prenumbered from) Dibuat bersamaan dengan terjadinya transaksi Dirancang multifungsi Mudah dibuat, kecil potensi salah isi dan potensi penyalahgunaan 2. Fungsi Dokumen yakni sebagai alat perintah, alat bukti dan alat pengendali/pengawas 3. Audit dilakukan berbasis resiko, karena  auditor sekarang dituntut tidak hanya memberikan keyakinan memadai terkait kewajaran laporan keuangan, tetapi juga memberikan penilaian terhadap keberlanjutan (going concern) perusahaan untuk paling tidak setahun kedepan. Pendekatan lama auditor yang hanya berbasis transaksi ataupun siklus saat ini dipandang tidak cukup untuk memberikan tingkat keyakinan memadai terhadap kewajaran laporang keuangan.       Sebagai contoh, ketika persaingan semakin ketat dan situasi ekonomi sedang krisis, disisi lain manajemen dituntut untuk terus meningkatkan performa maka dorongan untuk terjadinya kecurangan keuangan menja...