Maaterialitas dan Risiko Audit
Pertimbangan kualitatif dan kuantitatif dalam materialitas
Materialitas bisa dipengaruhi oleh faktor kualitatif, dalam arti salah saji secara kuantitatif tidak material tetapi secara kulaitatif material, misalnya salah saji yang disengaja dan terpola
Prinsip alokasi materialitas tingkat laporan keuangan ke materialitas saldo akun
Hubungan SPI, materialitas dan bukti audit
Dua kategori temuan salah saji
Temuan salah saji dalam suatu akun dapat diklasifikasi menjadi dua, yaitu:
Memahami known misstatements dan likely misstatement
Salah saji terdeteksi (Knwn misstatements) adalah salah saji yang ditemukan oleh auditor, sedangkan potensi salah saji (likely messtatement) adalah:
Jenis risiko dari sisi klien
Risiko analitis
Analisi risiko adalh bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi di masa depan dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini. Analisis Risiko adalah suatu metode analisis yang meliputi faktor penilaian, karakterisasi, komunikasi, manajemen dan kebijakan yang berkaitan dengan resiko tersebut.
Hubungan antara risiko meterialitas dan bukti audit
Manfaat TI, risiko TI, dan cara mengatasinya
Materialitas salah dalah saji adalah tingkat salah saji yang dapat mempengaruhi pertimbangan pengguna laporan keuangan.
Materialitas salah saji bersifat relatif, lain perusahaan lain ukuran, serta ditentukan berdasarkan pertimbangan profesional auditor. Pertimbangan profesional auditor adalah pertimbangan objektif yang dilatarbelakangi oleh pendidikan, pelatihan, dan pengalaman akuntan.
Penentuan materialitas, teridri dari dua tingkat dan dua tahap. yaitu:
- dua tingkat:
Materialitas bisa dipengaruhi oleh faktor kualitatif, dalam arti salah saji secara kuantitatif tidak material tetapi secara kulaitatif material, misalnya salah saji yang disengaja dan terpola
Prinsip alokasi materialitas tingkat laporan keuangan ke materialitas saldo akun
- Potensi salah saji, semakin kecil potensi salah saji, semakin besar alokasi materialitas, artinya semakin besar toleransi terhadap temuan salah saji, begitu pula sebaliknya
- Potensi biaya audit, semakin besar potensi biaya audit, semakin besar materialitas. Meskipun demikian, efektifitas audit tetap tidak bisa dikorbankan dengan pertimbangan biaya audit.
Hubungan SPI, materialitas dan bukti audit
- SPI kuat → potensi salah saji kecil → materialitas besar (toleransi terhadap salah saji besar) → bukti audit relatif sedikit.
- SPI lemah → potensi salah saji besar → materialitas kecil (toleransi terhadap salah saji kecil) → bukti audit relatif banyak
Dua kategori temuan salah saji
Temuan salah saji dalam suatu akun dapat diklasifikasi menjadi dua, yaitu:
- Salah saji terdeteksi (known misstatements)
- Potensi salah saji (likely misstatement)
Memahami known misstatements dan likely misstatement
Salah saji terdeteksi (Knwn misstatements) adalah salah saji yang ditemukan oleh auditor, sedangkan potensi salah saji (likely messtatement) adalah:
- Salah saji katena perbedaan estimasi klien dengan estimasi auditor
- Estimasi salah saji berdasarkan hasil pengujian sampel bukti audit
Jenis risiko dari sisi klien
- Risiko bawaan (inherent risk), yaitu risiko salah saji dalam laporan keuangan yang tidak disebabkan oleh faktor SPI.
- Risiko pengendalian (control risk), yaitu risiko SPI tidak mampu mencegah dan mendeteksi salah saji dengan segera
Risiko analitis
Analisi risiko adalh bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi di masa depan dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini. Analisis Risiko adalah suatu metode analisis yang meliputi faktor penilaian, karakterisasi, komunikasi, manajemen dan kebijakan yang berkaitan dengan resiko tersebut.
Hubungan antara risiko meterialitas dan bukti audit
- SPI Kuat = Risiko pengendalian rendah → Risiko bawaan rendah → Potensi salah saji kecil → Materialitas besar → Risiko deteksi besar → Risiko audit besar → Bukti audit sedikit
- SPI Lemah = Risiko pengendalian tinggi → Risiko bawaan tinggi → Potensi salah saji besar → Materialitas kecil → Risiko deteksi kecil → Risiko audit kecil → Bukti audit banyak
Manfaat TI, risiko TI, dan cara mengatasinya
Materialitas salah dalah saji adalah tingkat salah saji yang dapat mempengaruhi pertimbangan pengguna laporan keuangan.
Materialitas salah saji bersifat relatif, lain perusahaan lain ukuran, serta ditentukan berdasarkan pertimbangan profesional auditor. Pertimbangan profesional auditor adalah pertimbangan objektif yang dilatarbelakangi oleh pendidikan, pelatihan, dan pengalaman akuntan.
Penentuan materialitas, teridri dari dua tingkat dan dua tahap. yaitu:
- dua tingkat:
- Tingkat laporan keuangan secara keseluruhan
- Tingkat segmen audit (transaksi saldo akun, dan pengungkapan), dikenal dengan istilah performance materiality
- Perencanaan Audit
- Kesimpulan Audit
- Potensi salah saji, semakin kecil potensi salah, semakin besar alokasi materialitasm artinya semakin besar toleransi terhadap temuan salah saji, begitu pula sebaliknya
- Potensi biaya audit, semakin besar potensi biaya audit, semakin besar mateialitas. Meskipun demikian, efektifitas audit tetap tidak bisa dikorbankan dengan pertimbangan biaya audit.
- SPI kuat = potensi salah saji kecil = bukti audit relatif sedikit
- SPI lemah = potensi salah saji besar = bukti audit relatif banyak
- SPI kuat = potensi salah saji kecil = materialitas besar (toleransi terhadap salah saji besar)
- SPI lemah = potensi salah saji besar = materialitas kecil (toleransi terhadap salah saji kecil)
Komentar
Posting Komentar