Postingan

Audit Sampling

Audit Sampling adalah pengujian audit yang dilakukan atas sampel dari populasi bukti audit. Alasan pengujian sampel: Karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, yang dimiliki oleh auditor Karena hasil pengujian atas sampel tidak akan berbeda dengan pengujian atas populasi Validitas pengujian berdasarkan sampel dapat diuji secara ilmiah dan bisa diterima secara umum Praktik pengujian sampel telah berlakku umum, dipraktikkan pada sebagian besar keputusan ekonomi, bisnis, sosial dan politik Audit sampling diterapkan pada kedua macam pengujian audit, yaitu: Pengujian sistem pengendalian intern (test of control) , yaitu pengujian atas efektifitas stadar prosedur proses bisnis, disebut dengan attribute sampling Pengujian substantif (subtantive test) , yaitu pengujian atas kewajaran akun-akun dalam lapora keuangan, disebut dengan variable sampling. Metode audit sampling: Sampling Non-Statistika. Adalah sampling yang diterapkan dengan tanpa secara eksplisit menggunakan mo...

Pengaruh TI Terhadap Audit

Pengertian Pengendalian TI TI berfungsi sebagai alat bantu proses bisnis, uang di dalamnya termasuk proses akuntansi, agar lebih efektif dan juga lebih efisien. TI harus dikendalikan dengan tepat, karena jika tidak terkendali, tingkat bahayanya akan lebih besar dari sistem manual, Pengendalian TI terdiri dari: Pengendalian umum, adalah pengendalian untuk memastikan TI berfungsi dengan efektif, mencakup: Administrasi fungsi TI Pemisahan fungsi TI, mencakup fungsi manajemen TI, fungsi pengembangan sistem, dan fungsi pengoperasian sistem. Pengembangan sistem Pengamanan fisik dan online Backup dan perencanaan kontijensi Pengendalian hardware (perangkat keras) Pengendalian Aplikasi , yaitu pengendalian atas program aplikasi yang tersedia dalam sistem, yang mencakup pengendalian input, proses, dan output. Pengaruh IT atas proses audit Pengaruh g eneral control ke system-wide applications . general control yang tidak efektif dapat menciptakan potensi salah saji mat...

Maaterialitas dan Risiko Audit

Pertimbangan kualitatif dan kuantitatif dalam materialitas Materialitas bisa dipengaruhi oleh faktor kualitatif, dalam arti salah saji secara kuantitatif tidak material tetapi secara kulaitatif material, misalnya salah saji yang disengaja dan terpola Prinsip alokasi materialitas tingkat laporan keuangan ke materialitas saldo akun Potensi salah saji, semakin kecil potensi salah saji, semakin besar alokasi materialitas, artinya semakin besar toleransi terhadap temuan salah saji, begitu pula sebaliknya Potensi biaya audit, semakin besar potensi biaya audit, semakin besar materialitas. Meskipun demikian, efektifitas audit tetap tidak bisa dikorbankan dengan pertimbangan biaya audit. Hubungan SPI, materialitas dan bukti audit SPI kuat → potensi salah saji kecil → materialitas besar (toleransi terhadap salah saji besar) → bukti audit relatif sedikit. SPI lemah → potensi salah saji besar → materialitas kecil (toleransi terhadap salah saji kecil) → bukti audit relatif banyak Keku...

Resiko Kecurangan (Fraud)

1. Perbedaan antara error dan fraud Error merupakan kesalahan yang tidak disengaja dalam audit laporan keuangan Fraud merupakan kesalahan yang disengaja dalam audit laporan keuangan 2. Dua kemungkinan tindakan kecurangan: Menyajikan laporan keuangan yang menyesatkan (fraudulent financial reporting) , dengan cara memanipulasi pelaporan aset, pendapatan, dan beban Penyalahgunaan assets (misappropriation of assets) 3. Faktor-faktor pemicu fraud: Mengunguntkan/tekanan (insentives/pressives) , curang dilakukan karena menguntungkan atau bisa juga karena tekanan Peluang (opportunities) , curang dilakukan karena terbuka kesempatan untuk berbuat cutang. Mentalitas/resionalisasi, curang dilakukan karena faktor mentalitas atau pembenaran atas tindakan yang salah. 4. Dua cara untuk mengukur potensi fraud Menerapkan prinsip skeptisme profesional (professional skepticism) atau sikap selalu mempertanyakan (questioning mind) Melakukan evaluasi kritis terhadap bukti audit 5. Sumbe...

Sistem Pengendalian Internal - Bagian II

1. Prinsip-prinsip perancangan dokumen yang baik: Bernomor urut tercetak (prenumbered from) Dibuat bersamaan dengan terjadinya transaksi Dirancang multifungsi Mudah dibuat, kecil potensi salah isi dan potensi penyalahgunaan 2. Fungsi Dokumen yakni sebagai alat perintah, alat bukti dan alat pengendali/pengawas 3. Audit dilakukan berbasis resiko, karena  auditor sekarang dituntut tidak hanya memberikan keyakinan memadai terkait kewajaran laporan keuangan, tetapi juga memberikan penilaian terhadap keberlanjutan (going concern) perusahaan untuk paling tidak setahun kedepan. Pendekatan lama auditor yang hanya berbasis transaksi ataupun siklus saat ini dipandang tidak cukup untuk memberikan tingkat keyakinan memadai terhadap kewajaran laporang keuangan.       Sebagai contoh, ketika persaingan semakin ketat dan situasi ekonomi sedang krisis, disisi lain manajemen dituntut untuk terus meningkatkan performa maka dorongan untuk terjadinya kecurangan keuangan menja...

Sistem Pengendalian Internal

1. Sistem Pengendalian Internal (SPI) adalah sistem yang dirancang untuk mengendalikan kegiatn internal organisasi atau entitas, agat tujuan entitas dapat dicapai dengan efektif dan efisien. 2. Tujuan SPI: Menjamin kendala laporan, baik laporan manajerial maupun laporan keuangan Menjamin efisiensi dan efektifitas kegiatan operasional Menjamin kepatuhan terhadap kebijakan manajemen Menjamin kepatuhan terhadap hukum dan peraturan, serta komitmen terhadap pihak luar organisasi 3. Yang akan dilakukan untuk memahami SPI dalam rangka memastikan keajiban laporan keuangan: Pemisahan tugas Otorisasi transaksi Dokumen transaksi Dokumen pembukuan (data base) Dokumen laporan Pengecekan independen Tekonoli informasi SDM yang kompeten Pemantauan periodik 4. Framework SPI menurut COSO 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan pengendalian: Integritas dan nilai-nilai etika, bisa dinyatakan dalam pernyataan kebijakan (policy stamenent) Komitmen terhadap kompetensi Part...

Penerimaan Penugasan Audit dan Perencanaan Audit

1. Proses Audit:     a. Menerima penugasan audit     b. Membuat perencanaan awal audit     c. Memahami industri dan bisnis klien     d. Membuat asesmen resiko bisnis klien     e. Melakkukan prosedur analitis awal, yaitu dengan cara membandingkan elemen laporan         keuangan dengan angka pembanding, misalnya angka anggaran, angka tahun lalu, atau angka         industri.     f. Memahami Sistem Pengendalian Interal (SPI) dan engukur resiko pengendalian     g. Mengukur materialitas, resiko audit (acceprtable audit risk), dan resiko bawaan (inherent risk)     h. Mengukur keandalan SPI serta informasi lain untuk memprediksi porensi terjadinya kecurangan         (fraud) dalam proses bisnis serta dalam penyajian laporan keuangan 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan menerima/ menolak penerimaan penugasan audit:     a. Komp...